MATA KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
DOSEN PENGAMPU: HERMAWATI DWI SUSARI, M. Pd
Dalam Ilmu Sosial
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI MADIUN
TAHUN 2011
DAFTAR ISI
Kata Pengantar . . . . . . . . . 3
BAB 1 Pendahuluan . . . . . . . . 4
BAB 2 Pembahasan . . . . . . . . 10
Ciri-ciri
Penyesuaian Sosial Remaja . . . . . 11
Fungsi-fungsi
Keluarga . . . . . . . 12
Masyarakat . . . . . . . . . 14
BAB 3 Penutup . . . . . . . . . 15
Kesimpulan . . . . . . . . . 15
Saran . . . . . . . . . . 15
DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . 16
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan nikmat dan karunia-Nya hingga kami dapat menyelesaikan makalah mata
kuliah “PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK” guna
melengkapi nilai tugas semester ini dengan baik.
Penulis
berharap makalah yang dibuat dapat bermanfaat untuk semua pembaca. Setelah
menyelesaikan makalah ini, penulis
banyak mendapat hikmah, yaitu dapat mengetahui dan memahami tentang “PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DALAM ILMU
SOSIAL” sesuai dengan topik yang
dibahas pada makalah ini.
Pada
kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
membantu dalam pengerjakan tugas ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kesempuranaan. Segala masukan atas kekurangan tersebut merupakan
bahan pertimbangan yang sangat berharga bagi penulis dalam penulisan
selanjutnya.
Madiun,
01 Desember 2011
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
Pemahaman
Radcliffe-Brown tentang konsep fungsi dalam ilmu pengetahuan sosial pada
awalnya ditemukan pada tulisannya “on the consep of function in social science”
yang dimuat didalam American Anthropologys, volume XXXVII, p.3 1935 yang
kemudian dimuat didalam bukunya “Structure and Function ini Primitive Society”
1952. Pemahaman ini erat kaitannya dengan pemikiran Radcliffe-Brown berikutnya
tentang struktur sosial dan teori struktural – fungsionalisme, menempatkan
dirinya sebagai tokoh tradisi antropologi Inggris modern.
Penjelasan
Radcliffe-Brown tentang struktur sosial sebagaimana ia menjelaskan tentang
konsep fungsi dalam ilmu pengetahuan sosial pada awalnya ditemukan pada
tulisannya “On Social Structure” yang dimuat didalam The Journal of The Royal
Anthropological Institute of Great Britain and Ireland,Voume LXX Part 1, 1940
yang kemudian dimuat dalam bukunya Structure and Function ini Primitive
Society.
Tulisan
“On Social Structure” ini dibuat oleh Radcliffe-Brown sebagai pemenuhan
permintaan sahabatnya untuk mengambil peluang memberikan pendapatnya tentang
studi antropologi sosial yang menjadi perbincangan pada masa itu. Permintaan
tersebut erat kaitannya dengan pengalaman Radcliffe-Brown dalam studi itu sejak
awal ia mengajar di Cambridge dan London School of Economic pada 30 tahun
sebelumna yang senantiasa menitikberatkan perbincangan kepada pemahaman tentang
pentingnya pengkajian terhadap struktur sosial. Menurut Radcliffe-Brown
berikutnya,bahwa antropologi sosial sebagai teori ilmu pengetahuan alam mengenai
masyarakat manusia yaitu tentang penyelidikan terhadap fenomena sosial dengan
menggunakan metode yang serupa dengan metode yang digumakan dalam ilmu
pengetahuan fisika dan biologi. Menurut Radcliffe-Brown, saya lebih suka
menyebutkan antropoogi sosial ini sebagai “Sosiologi Perbandingan”, yang
penting disini bukanlah namanya tetapi bidangnya.
Radcliffe-Brown
juga mengakui bahwa perkembangan ke arah kematangan dari suatu ilmu sosial
dengan metodologi ilmu alam tidak akan dapat terjadi dengan cepat, karena ada
empat buah faktor yang menghambatnya, yaitu:
a. Sifat
multipal yaitu jumlah yang besar dan beraneka warna dari gejala” sosial
b. Cara
berfikir historis yang telah berakar dalam alam pikiran kebanyakan sarjana ilmu
sosial
c. Konsep-komsep
psikologi yang sering kali juga berakar dalam alam pikiran kebanyakan sarjana
ilmu sosial, padahal konsep-konsep psikologi hanya dapat menerangkan seba-sebab
adanya tingkah laku seseorang,tetapi tidaklah mungkin dapat menerangkan
sebab-sebab dari suatu gejala sosial itu.
d. Penelitian
ilmu-ilmu sosial terlampau banyak dipengaruhi oleh pandangan umum yang
menghendaki jawaban segera terhadap suatu masalah sosial yang mendesak atau
menghendaki fakta untuk melaksanakan suatu tindakan atau untuk menyusun suatu
kebijaksanaan.
Untuk
menjelaskan tentang pengertian struktur ini, kemudian Radcliffe-Brown menulis
“on social structure” 1940 yang menyatakan bahwa struktur itu hanya dapat
dilihat dalam kenyataan yang konkrit dan dapat diamati secara langsung karena
struktur itu terdiri dari :
a. Semua
hubungan sosial yang terjadi antara individu dengan individu lainnya
b. Adanya
perbedaan antara individu yang satu dengan individu yang lainnya serta kelas
sosial diantara mereka karena adanya peranan sosial yang dimainkan oleh mereka.
Usaha
lain yang dialkukan Radcliffe-Brown dalam memperjelas pengertian struktur ini
dengan memasukkan pengertian morfologi sosial dan fisiologi sosial (yang
berasal dari biologi) ke dalam pengertian struktur sosial itu. Dalam tulisan
pendahuluan kumpulan karangannya yang berjudul , “structure and function in
primitive society” (1952) Radcliffe-Brown kemudian menambahkan lagi bahwa,
apabila kita menggunakan istilah struktur, maka berarti kita merujuk kepada
suatu jenis susunan bagian-bagian komponen-komponen yang teratur adanya.
Komponen-komponen atau unit-unit dari struktur sosial terdiri dari
individu-individu dan individu ini dianggap bukan sebagai satu organisme,
tetapi ia dianggap sebagai pemenuhan kedudukan dalam strukturnya.
Konsep
struktur sosial ini adalah berhubungan erat dengan konsep “personality social”
dalam kedudukan seorang manusia dalam suatu struktur sosial yang kompleks yang
terbentuk dari keseluruhan hubungan sosial dengan manusia lain. Tiap-tiap manusia yang hidup
dalam masyarakat mempunyai dua ciri yaitu : ia adalah individu juga orang.
Sebagai individu,ia adalah satu organisme biologi,yaitu kumpulan dari sejumlah
besar molekul yang tersusun dalam satu struktur yang kompleks,dan
didalamnya,selagi ia masih hidup,berlaku tindakan dan saling-tindakan proses
dan perubahan yang bersifat fisiologikal dan juga psikologikal. Manusia sebagai
individu menjadi obyek pengkajian ahli
fisiologi dan psikologi. Contohnya manusia sebagai orang adalah suatu kompleks dari
hubungan sosial.
Kajian struktural-Fungsionalisme
Radcliffe Brown terhadap struktural sosial ini, pada dasarnya berangkat dari
teori dan teorinya tentang struktural sosial yang memiliki fungsi. Teori ini
sebenarnya berawal saat ia menerima dan menggunakan teori dasar Hebert Spencer
mengenai “konsep struktur dan fungsi” yang berkaitan dengan idea kaji hayati
(kajian biologi) sebagai bahan analisanya dalam kajian tentang
struktural-Fungsionalisme. Dalam teori Hebert Spencer, dikemukakan bahwa
masyarakat dianalogikan sebagai suatu organisme biologi, sementara anggota
masyarakat dianggap sebagai sel- sel dari organisme yang berhubungan erat satu
dengan yang lainnya sehingga membentuk struktur masyarakat yang berfungsi
memastikan penerusan organismenya. Pengandaian ini kemudian diuraikan oleh
Hebert Spencer sebagai berikut :
a. Masyarakat
dan organisme dapat dibedakan dari bahan tak organik, masing- masingnya dapat
membesar dan berkembang
b. Kedua-
duanya memiliki perbedaan dalam struktur dan diikuti dengan perubahan pada
fungsi
c. Pertambahan
dari segi ukuran keedua- duanya mempunyai arti pertambahan dalam kompleksitas
serta perbedaannya
d. Tiap-
tia p bagian dan komponen keseluruhannya saling bergantungan dan perubahan pada
satu bagian akan mempengaruhi bagian lainnya
e. Pada
masyarakat dan organisme, setiap komponennya merupakan satu masyarakat mikro
dan organisme
f. Kehidupan
dari keseluruhan sistem dalam masyarakat dan organismenya dapat dimusnahkan,
tetapi komponennya akan terus kekal untuk sementara waktu.
Dalam menjelaskan tentang
perbandingan antara individu dengan organisme sosial, Hebert Spencer
memperbandingkan melalui pembedaan tentang struktur dan fungsi. Di sini
struktur mempunyai fungsi dalam mengekalkan keseluruhan sosial, apabila
perubahan dalam fungsi secara keseluruhan dari sistem.
Jonathan
H. Turner dalam bukunya yang berjudul “Functionalism” membuat satu kesimpulan
tentang unsur- unsur yang dilahirkan oleh Hebert Spencer dalam fungsionalisme
dan organismenya, yaitu :
a.
Masyarakat ialah satu sistem
dan satu keseluruhan yang bersatu dibentuk oleh bagisan- bagiannya
b.
Sistem ini hanya dapat
dipahami dari segi perjalanan struktur yang khusus dan mempunyai fungsi untuk
mengekalkan keseluruhan sosial
c.
Ia mempunyai keperluan yang
harus dipenuhi, jika ia ingi terus hidup.
Fungsi
suatu struktur adalah ditentukan dengan mengkaji keperluan yang dipenuhinya.
Tentang kedudukan sosial,
Radcliffe- Brown menjelaskan bahwa semua kedudukan- kedudukan sosial berlainan
yang terdapat di dalam masyarakat pada hakikatnya membentuk bagian- bagian
dalam struktur sosial.
Dalam menjelaskan hubungan antar
organisasi dengan konsep struktur sosial, Radcliffe- Brown menebutkan bahwa
organisasi ini berhubungan erat dengan konsep struktur sosial, walaupun antara
keduanya tidaklah sama. Dan satu cara membedakan antara organisasi dengan
konsep struktur sosial ini adalah dengan menafsirkan struktur sosial sebagai
satu susunan orang dalam institusi (lembaga) yang terkontrol atau hubungan yang
terdapat didalam struktur sosial itu merupakan hubungan antara orang- orang yang
telah ditentukan.
Tentang aspek- aspek struktur
sosial, Radcliffe- Brown menyebutkan ada dua aspek struktur sosial. Pertama, ia
beranggapan bahwa semua hubungan sosial yang terjadi di antara individu sebagai
bagian dari struktur sosial. Kedua, dalam struktur sosial terdapat perbedaan
antara individu dan kelas sosial karena mengikuti peranan sosial yang dimainkan
oleh masing- masing individu.
Penjelasan mengenai penerusan
struktur sosial, Radcliffe- Brown menerangkan bahwa penerusan struktur sosial
itu pada hakikatnya adalah mengikuti edaran masa dan penerusnya bersifat
dinamis, seperti penerusan yang terdapat di dalam struktur organik anggota
tubuh manusia.
Radcliffe- Brown menjelaskan bahwa konsep struktur sosial ini
berhubungan erat dengan konsep personaliti sosial yaitu tentang kedudukan
seseorang dalam struktur sosial yang kompleks.
Disini Radcliffe- Brown membuat
satu kesimpulan bahwa peraturan, tata tertib, undang- undang, agama adalah
merupakan bagian mekanisme yang mengekalkan kewujudan satu rangkaian hubungan
sosial serta suatu struktur sosial tertentu. Kesimpulan di atas berlaku
kelompok masyarakat mana pun.
Andaian dan teori yang dikemukakan
oleh Radcliffe- Brown tentang konsep struktur sosial, fungsi institusi dan
sistem sosial merupakan satu panduan bagi menentukan masalah dalaam penelitian
lapangan.
Sistem pengaturan interrelasi atau
struktur sosial tersebut oleh Radcliffe- Brown (1940) disebutkan sebagai
prinsip- prinsip pokok yang berupa jaringan interrelasi antar individu sebagai
pedoman bagi setiaplangkah laku aktivitas dari seluruh angota masyarakat,
walaupun tidak mewujud nyata dalam kehidupan sehari- hari.
Menurut Jean Piaget, secara umum
setiap struktur mengandung tiga gagasan utama, yaitu gagasan menyeluruh
(wholeness), gagasan transformasi (transformation), dan gagasan otoregulasi
(self regulation). Ketiga gagasan yang saling menjalin satu dengan yang lainnya
ini sekaligus juga merupakan ciri atau sifat umum dari struktur sosial. Dengan
ketiga ciri atau sifat umum dari struktur sosial itu sangat mewarnai dan bahkan
turut menentukan bentuk dan gerak perkembangan yang terjadi dalam kehidupan
suatu masyarakat.
Josselin de Jong, menyebutkan pula
bahwa analisa tentang struktural pada dasarnya bukanlah suatu aliran atau
dogma, tetapi ia lebih cenderung mengandung pengertian sebagai suatu
pendekatan. Analisa struktural ini merupakan suatu cara untuk memahami tentang
kebudayaan dengan bertumpu dan berdasarkan atas struktur sosial atau sistem
dari relasi sosial yang ada. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana pola berfikir
masyarakat yang bersangkutan, bagaimana suatu warga masyarakat mengatur
kehidupan dirinya sehari- hari.
Fortes (1949) mengatakan bahwa
gejala perubahan yang menyangkut eksistensi struktur sosial dapat dikatagorikan
atas dua macam. Pertama, bahwa proses perubahan yang tetap mendukung kelanjutan
dan struktur atau sistem formal yang berlaku sebelumnya. Kedua, bahwa proses
perubahan yang mendasar mengakibatkan turut berubahnya sistem formal atau
struktur sosial masyarakat yang bersangkutan.
Timbulnya konsep struktural-
Fungsionalisme dalam studi antropologi sosial di Inggris tidak dapat dipisahkan
dari dua tulisan Radcliffe- Brown yang muncul yaitu “On The Concept of Funcion
in Social Science (1935) dan “On Social Structure (1940). Kedua tulisan ini
paling sedikit mempunyai tiga tujuan, yaitu :
a. Membedakan
penjelasan dan deskripsi dalam terminologi kebudayaan dengan terminologi
hubungan sosial.
b. Membatasi
isi dari hubungan sosial dan menarik prinsip formal yang dapat dijadikan dasar
c. Untuk
dapat membedakannya dengan fungsi sosial yang merupakan efek dari hubungan
sosia
BAB 2
PEMBAHASAN
Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan
dalam hubungan sosial atau proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap
norma-norma kelompok, moral dan tradisi. Meleburkan diri menjadi satu kesatuan
dan saling berkomunikasi dan bekerja sama. Aspek ini meliputi kepercayaan akan
diri sendiri, berpandangan objektif, keberanian menghadapi orang lain, dan
lain-lain.
Perkembangan sosial pada masa remaja berkembang
kemampuan untuk memahami orang lain sebagai individu yang unik. Baik menyangkut
sifat-sifat pribadi, minat, nilai-nilai atau perasaan sehingga mendorong remaja
untuk bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan sebaya atau lingkungan
masyarakat baik melalui persahabatan atau percintaan. Pada masa ini
berkembangan sikap cenderung menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai,
kebiasaan, kegemaran, keinginan orang lain. Ada lingkungan sosial remaja (teman
sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan
misalnya: taat beribadah, berbudi pekerti luhur, dan lain-lain. Tapi ada juga
beberapa remaja yang terpengaruh perilaku tidak bertanggung jawab teman
sebayanya, seperti : mencuri, free sex, narkotik, miras, dan lain-lain. Remaja
diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan untuk
mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial, situasi dan relasi baik di
lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Berikutini ciri-ciri penyesuaian sosial remaja,
diantaranya :
Di Lingkungan Keluarga
Ø
Menjalin
hubungan yang baik dengan orang tua dan saudaranya
Ø
Menerima
otoritas orang tua (menaati peraturan orang tua)
Ø
Menerima
tanggung jawab dan batasan (norma) keluarga
Ø
Berusaha
membantu anggaran kalau sebagai individu atau kelompok
Di Lingkungan Sekolah
Ø
Bersikap
respek dan mentaati peraturan
Ø
Berpartisipasi
dalam kegiatan-kegiatan sekolah
Ø
Menjalin
persahabatan dengan teman sebaya
Ø
Hormat
kepada guru, pemimpin sekolah atau staf lain
Ø
Berprestasi
di sekolah
Di Lingkungan Masyarakat
Ø
Respek
terhadap hak-hak orang lain
Ø
Menjalin
dan memelihara hubungan dengan teman sebaya atau orang lain
Ø
Bersikap
simpati dan menghormati terhadap kesejahteraan orang lainRespek terhadap hukum,
tradisi dan kebijakan-kebijakan masyarakat
Fungsi-Fungsi
Keluarga
a. Pembentukan
Kepribadian Dalam lingkungan keluarga, para orangtua meletakkan dasar-dasar
kepribadian kepada anak-anaknya, dengan tujuan untuk memproduksikan serta
melestarikan kepribadian mereka dengan anak cucu dan keturunannya. Mulai sejak
anak-anak bertatih-tatih, belajar berjalan sampai dengan usia sekolah dengan
penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, lingkungan keluarga yang bertitik
sentral pada ayah dan ibu secara intensif membentuk sikap kepribadian
anak-anaknya.
Contoh
:
Pada
keluarga suku jawa / suku sunda, seorang anak yang menerima sesuatu pemberian
dari orang tua / praktek keluarga, harus menerima dengan tangan kanan. Bila
anak menerima dengan tangan kiri, pemberian itu ditarik surut, dan baru setelah
anak menerima dengan tangan kanan pemberian itu benar-benar diberikan. Tindakan
semacam ini merupakan suatu proses mendidik dan membentuk kepribadian dengan
penuh kesadaran dan berencana.
b. Erat
kaitannya dengan butir a, Keluarga juga berfungsi sebagai alat reproduksi
kepribadian yang berakar dari etika, estetika, moral keagamaan, dan kebudayaan
yang berkorelasi fungsional dengan sebuah struktur masyarakat tertentu.
Contoh:
Dari
keluarga seniman tari bali, diwariskan ketrampilan seni patung / seni tari bali
kepada anak keturunannya, terampil pula sebagai seniman patung / sebagai
seniman tari bali, sebagai hasil reproduksi seni patung dan seni tari dalam
lingkup keluarga tersebut.
c. Keluarga
merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat, karena menempati posisi kunci.
Keluarga adalah sebagai jenjang dan perantara pertama dalam transmisi
kebudayaan. Pada kelompok masyarakat primitif, peranan keluarga adalah maha
penting sebagai transmisi kebudayaan, sekalipun sudah ada pula
perantar-perantara lain. Namun demikian, pada masyarakat primitif, peranan
keluarga sebagai penyalur (transmisi) kebudayaan sudah tidak memadahi lagi.
Lembaga-lembaga nonformal / formal seperti sekolah-sekolah adalah perantara
dalam bentuk lain dalam transmisi kebudayaan. Sejalan dengan itusemakin besar
pula fungsi sekolah sebagai perantara dalam transmisi kebudayaan. Sebaliknya
fungsi keluarga sebagai lembaga transmisi kebudayaan secara relatif semakin
mundur.
Contoh
:
Televisi
sebagai produk teknologi modern sudah sedemikian besar berperan sebagai
transmisi kebudayaa. Bahkan menurut Margaret Mead Antropolog dari AS menyatakan
bahwa peranan televisi sebagai transmisi kebudayaan sudah melebihi peranan
transmisi kebudayaan lainnya (Mayor Polak, 1979:108)
d. Keluarga
berfungsi sebagai lembaga perkumpulan perekonomian. Dalam masyarakat primitif
biasanya terdapat sistem kekeluargaan yang sangat luas. Akan tetapi kehidupan
perokonomian misi belum berkembang. Pada kelompok masyarakat yang lebh kompleks
tetapi belum masuk pada era masyarakat industri, perekonomian mereka sudah
mulai berkembang. Namun begitu ikatan-ikatan kekeluargaan masih terjalin kuat
dan sering mempengaruhi atau menguasai bidang perekonomian mereka.
Contoh
:
Dalam
lingkungan “keluarga besar” suku batak karo maupun simalungun di Sumatera
utara, Huta atau kuta yang memegang hak ulayat atas pengusaan tanah pertanian,
baik berupa sawah atau ladang. Tanah-tanh pertanian yang dikuasai huta atau
kuta dapat diolah anggota keluarga laki-laki. Mereka dapat menggarap tanah
pertanian itu sperti tanah milik sendiri akan tetapi tidak dapat menjual tanpa
persetujuan dari huta yang diputuskan dengan musyawarah adat.
e. Keluarga
berfungsi sebagai pusat pengasuhan pendidikan dan pendidikan. Dalam lingkungan
masyarakat primitif, untuk keperluan pengasuhan dan pendidikan anak-anak (baik
anak laki-laki ataupun anak perempuan) dibangun balai pendidikan. Balai
pendidikan akan dimiliki oleh “Keluarga besar” (terdiri dari beberapa keluaraga
batih) / juga dimiliki oleh keluarga batih. Dalam masa pendidikan, anak laki
atau perempuan mempunyai tempat sendiri sendiri, namun harus tetap tinggal di
balai pendidikan yang terpisah. Pelaksanaan pendidikan anak laki laki ditangani
oleh ayah atau paman dari pihak ayah. Untuk anak perempuan ditangani oleh bibi
dari pihak ibu. Materi materi pendidikan yang harus diketahui dan harus di
kuasai oleh seorang laki laki dalam masa pendidikan dan seterusnya hingga
dewasa, misalnya: membuat api, menebang pohon, membuat kapak, memperbaiki
peralatan trmasuk alat alat berburu, menangkap ikan, berdagang bahkan
pengetahuan mengenai seks juga harus di ketahui dan di kuasai
(Koentjaraningrat, et. Al. 1963: 228).
Pengasuhan
dan pendidikan anak anak perempuan lebih di titik beratkan kapada penguasaan
tata cara kehidupan dalam berumah tangga. Selain dari itu diajarkan pula
bagaimana bekerja mencari dan mengambil air dan bekerja di ladang.
Masyarakat
Masyarakat
adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma
norma, adat istiadat yang sama sama di taati dalam lingkungannya.
Tatanan
kehidupan, norma norma yang memiliki itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial
dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang
memiliki ciri kehidupan yang khas.
Contoh:
Yang disebut masyarakat jakarta atau orang betawi, pada hakikatnya berakar dan
bernenek moyang dari berbagai suku. Salah satu di antaranya adalah suku sunda,
jawa barat. Erat kaitannya dengan itu tatanan kehidupan, norma norma dan adat
istiadat yang memberi warna kepribadian orang betawi, salah satu di antaranya
berakar dan berasal dari kebudayaan dan kepribadian suku sunda dari jawa barat.
BAB 3
PENUTUP
KESIMPULAN
Kita sebagai calon pendidik di tuntut untuk mengetahui
perkembangan peserta didik dalam ilmu sosial. Untuk itu makalah ini kami
selesaikan untuk memenuhi pengetahuan,pembelajaran, menganalisa, perkembangan
peserta didik dalam ilmu sosial. Agar maksud dan tujuannya kita sebagai calon
pendidik memiliki ilmu pengetahuan yang sesuai dengan standart pendidikan yang
profesional dalam proses belajar mengajar.
SARAN
Dengan mengucap syukur alhamdulillah pada Allah SWT
penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tentunya masih jauh
dari harapan, oleh karena itu penulis masih perlu kritik dan saran yang
membangun serta bimbingan, terutama dari Dosen.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan bagi
penulis, terutamanya :
·
Bagi
remaja hendaknya mengetahui dan mempelajari tugas-tugas perkembangan dengan
baik. Sehingga bisa menerapkan tugas-tugas perkembangan tersebut dengan
sebaik-baiknya.
·
Bagi
orang tua, hendaknya mengontrol tugas-tugas perkembangan anak yang belum
diselesaikan dan membimbing, mengarahkan serta mengantarkan ke arah yang lebih
positif.
·
Orang
tua dan guru membantu menyelesaikan tugas perkembangan sehingga mencapai proses
menjadi, yakni menjadi lebih baik dan lebih sempurna.
·
Masyarakat
hendaknya menjadi kontrol sosial bagi para remaja yang mengalami
·
degradasi
moral
Daftar
Pustaka
Drs. Sunaryo:
Strategi
belajar mengajar-Ilmu Pengetahuan Sosial,
Ikip Malang-1989.
Prof. Dr.
R Nazsir, Nasrullah: Struktur Sosial dan
Struktural Fungsional, Widia Pajajaran-2008.
DR.
Zamroni: Pengantar Pengembangan Teori
Sosial, Tiara Wacana Yogya-1992.
Prof. Dr.
H. Alma, Buchari dkk: Pembelajaran Studi
Sosial, Alfabeta-2010.
Drs.
Wangsanegara, Soewaryo: Ilmu Sosial Dasar, Karunika Universitas Terbuka-1986.
http//scribd.com
No comments:
Post a Comment