Wednesday, October 23, 2013

Setia Bukan Berarti Tidak Memilih






Setia, adalah satu kata yang sangat sakral dalam jalinan hubungan percintaan dua sejoli. Kata ini mengandung makna ‘ only you/hanya kamu ‘ tidak mau ada orang lain di hati pasangannya masing-masing. Kamu untukku dan aku untukmu, mutlak! tidak mau ditawar, apalagi diobral!.
Kesetiaan mutlak bagi pasutri. Mutlak di sini, sebagai konsekuensi atas pilihan yang telah diambil untuk sehidup semati dengan seseorang dalam ikatan suci pernikahan. Sudah tidak ada ruang lagi bagi pasutri untuk tebar pesona, lirik sana dan sini, milih yang itu atau yang ini.
Nah, sekarang bagaimana dengan pasangan sejoli yang masih dalam tahap berpacaran? apakah kesetiaan itu juga mutlak untuk pasangan ini?
Arah dalam berpacaran untuk usia dewasa adalah melakukan penjajakan sebelum menuju gerbang pernikahan. Penjajakan di sini adalah menyelami dan menilai seperti apakah kualitas sang pacar. Sehingga masih ada kemungkinan untuk memilih yang lain, jika sang pacar tidak memenuhi standar penilaian kualitas yang diinginkan. Namun, meskipun masih mempunyai kesempatan memilih, harus tetap menggunakan etika.
Etika pertama saat memilih pasangan hidup adalah tidak membeberkan apa-apa yang menjadi kriterianya kepada sang pacar. Hal ini untuk menjaga agar tidak timbul kepura-puraan dalam diri sang pacar. Jika sang pacar mengetahui kriteria pujaan hatinya, maka umumnya akan terjadi manipulasi sikap untuk menjadi seperti yang dikriteriakan. Selain itu, juga untuk menjaga perasaanya bila ternyata belum sesuai kriteria, dia bisa kecil hati, dan tidak percaya diri lagi.
Etika kedua adalah jika ternyata sang pacar tidak sesuai dengan kriteria, maka jangan ragu-ragu untuk putus. Hal ini untuk menghindari perselingkuhan karena adanya ketidakpuasan terhadap kekurangan sang pacar. Namun, sebelum mengambil langkah ‘putus’ pastikan bahwa penilaianmu terhadapnya sudah objektif, sehingga bisa mengambil keputusan secara tepat.
Etika ketiga adalah putus dengan terhormat. Artinya, putuskan hubungan secara baik-baik, Ungkapkan alasan-alasan yang tidak menyinggung perasaannya. Bagaimanapun kata putus itu menyakitkan, jadi jangan ditambah sakit lagi dengan alasan-alasan yang menyakitkan hati. Ini juga untuk menjaga hubungan silaturahim yang sehat.
Etika keempat adalah tidak memilih pasangan baru saat masih berstatus pacaran dengan seseorang. Jika ini terjadi, maka alasanmu untuk ‘memilih’ tidak dibenarkan, karena apa yang kamu lakukan adalah perselingkuhan, maruk, bukan memilih. Dan ini akan sangat menyakitkan bagi yang diselingkuhi.
Etika kelima adalah pilihlah calon pasanganmu saat masih jomblo, sehingga terhindar dari perselingkuhan. Jika kamu memiliki banyak referensi alias gebetan, maka lakukan list, temukan mana yang banyak kebaikannya dan yang paling berkualitas. Jangan dipacari semua, dan ingat jangan memberi harapan kesemuanya. Lakukan pertemanan biasa, namun sambil memilih dan memilah, kemudian masukkan dalam daftar list akan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Nah, jika sudah menemukan mana yang terbaik dari semua referensi itu, saatnya untuk eksekusi. Tembaklah ia untuk menjadi pasangan hidupmu.
Itu tadi beberapa renungan saya akan sebuah kesetiaan. Dimana kesetiaan sangat di butuhkan dalam hubungan percintaan dua sejoli. Kesimpulannya adalah setia itu mutlak bagi pasutri, sedangkan bagi pasangan yang masih berpacaran, setia bukan berarti tidak memilih, namun tetap harus dengan etika-etika di atas.
Sedikit tambahan bahwa bagaimanapun mencari pasangan hidup sesuai ajaran Rasulullah SAW adalah cara paling baik, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” (Muttafaq Alaihi dan Imam Lima). Ini juga berlaku sebaliknya.
Berpacaran juga tidak dianjurkan oleh Rasulullah, artinya tidak ada pacaran dalam Islam, bagi yang sudah berpacaran dan sulit melepaskan hal ini, maka lakukanlah secara sehat. Bagi yang belum berpacaran, usahakan sebisa mungkin untuk menghindari hal ini.

No comments:

Post a Comment